AGRONET - Ketahanan pangan merupakan isu yang sangat krusial belakangan ini. Oleh karena itu pemerintah Provinsi Lampung akan terus berupaya menjaga dan meningkatkan stabilitas ketahanan pangan diseluruh wilayah Provinsi Lampung. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemerintah Provisi Lampung tahun ini akan menerapkan tiga strategi yang diyakini dapat meningkatkan ketahanan pangan di Lampung.


Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Bani Ispriyanto mengatakan, ketiga strategi yang akan diterapkan pada tahun ini untuk meningkatkan stabilitas ketahanan pangan yakni, pengentasan wilayah kemiskinan rawan pangan dan stunting melalui kegiatan padat karya.

Strategi kedua yaitu pengembangan distribusi dan pengendalian harga, serta mutu dan ketahanan pangan. Semetara untuk strategi ketiga yang akan diterapkan tahun ini yaitu gerakan diversifikasi penganekaragaman konsumsi pangan yang berbasis pangan lokal.

Dengan penerapan tiga program tersebut Bani Ispriyanto meyakini, ketahanan pangan di Lampung akan semakin meningkat, yang akan berimbas pada menurunnya angka gizi kurang sehingga kasus stunting di Provinsi Lampung dapat menurun.

"Kasus Stunting juga menjadi sorotan nasional, paling tidak terdapat beberapa wilayah yang cukup rentan masalah stunting yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Jadi dengan menerapkan strategi ketahanan pangan, diharapkan kasus stunting tersebut menurut," ujarnya, Selasa (3/4/2018).

Lebih lanjut Bani Ispriyanto menjelaskan, untuk program padat karya akan diterapkan melalui program pengembangan kawasan mandiri pangan, pengembangan lumbung pangan masyarakat, dan stabilisasi harga.

Sementara untuk pengendalian harga akan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung melalui kegiatan monitoring harga, pasokan dan memastikan ketersediaan pangan selalu ada. (KBRN/222)

 

sumber