Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung

Category: Berita Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

Dari sisi sosial ekonomi penduduk di Provinsi Lampung  jika dibandingkan dengan kondisi Nasional terlihat sangat besar kesenjangannya yaitu untuk indikator persentase penduduk miskin  tahun  2014  sebesar 14,28  lebih tinggi 03,03% dibandingkan dengan rata-rata nasional yaitu sebesar 11,25 %.  Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan oleh Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras untuk meningkatkan kondisi di atas, sehingga dengan sendirinya akan memperbaiki pendapatan dan kesejahteraan serta meningkatkan akses pangan dan gizi masyarakat.  Berbicara tentang  pangan dan gizi, sangat luas hubungan sebab akibatnya karena bersifat multidimensional yang saling kait mengait sehingga perlu dikembangkan suatu alat yang dapat menunjukkan kondisi riil suatu wilayah dari berbagai aspek.
Untuk itu penting dikembangkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) yang dapat dijadikan alat untuk mendeteksi kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah dan sekaligus kerawanan pangan pada wilayah lain untuk mendapatkan intervensi yang tepat sebagai rujukannya, dengan harapan terjadi perubahan di masa mendatang. Untuk melaksanakan intervensi terkait dengan ketahanan pangan dan gizi, Pemerintah Provinsi Lampung masih terus meningkatkan sarana untuk penentuan target intervensi sasaran secara geografis. Dengan dukungan dana APBD Provinsi Lampung dan APBN telah disusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) tingkat kecamatan di Provinsi Lampung  yang mencakup 196 kecamatan di 12 kabupaten.

Read more ...

Category: Berita Ketersediaan dan Kerawanan Pangan


1.    Latar Belakang


Untuk dapat melaksanakan intervensi yang terkait dengan ketahanan pangan dan gizi, Pemerintah Indonesia masih terus meningkatkan sarana untuk penentuan target intervensi sasaran secara geografis. Dewan Ketahanan Pangan (DKP) dan World Food Programme (WFP) mengembangkan bersama-sama Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas - FSVA). FSVA dimulai tahun 2005, pada waktu itu masih dengan nama Peta Kerawanan Pangan (Food Insecurity Atlas - FIA). Peluncuran FIA 2005 tingkat nasional ternyata masih menyebabkan kesalahpahaman mengenai pengertian pemeringkatan kabupaten “rawan pangan”. Kata kerawanan pangan (food insecurity) diindikasikan secara langsung bahwa kabupaten-kabupaten peringkat bawah adalah kabupaten yang semua penduduknya rawan pangan. Kemudian pada tahun 2009, Peta Kerawanan Pangan (Food Insecurity Atlas - FIA) berubah menjadi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas - FSVA) untuk menghindari kesalahpahaman pengertian tersebut. Perubahan FIA menjadi FSVA dilakukan dengan pertimbangan untuk memperjelas pengertian mengenai konsep ketahanan pangan berdasarkan tiga dimensi ketahanan pangan (ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan) dalam semua kondisi bukan hanya pada situasi kerawanan pangan saja.

Read more ...

Search

LINK

 

LINK Kabupaten/Kota

Visitors Counter

90209
TodayToday86
YesterdayYesterday92
This_WeekThis_Week61
This_MonthThis_Month1168
All_DaysAll_Days90209

Galeri Foto

  • Launching beras PUPM/TTI ke Jabodetabek

     
  • Hari Pangan Sedunia 2016

     
  • Sidak 2015

Copyright © 2014 BKPD Provinsi Lampung. All rights reserved.