Keaneka ragaman wilayah yang ditinjau dari sudut geografi dan kondisi agroekosistem sangat berpengaruh pada kemampuan wilayah dalam berproduksi bahan pangan. Bagi daerah yang mempunyai potensi tinggi dalam produksi pangan dan juga didukung oleh infrastruktur yang memadai, umumnya dapat berkembang menjadi sentra-sentra produksi pangan. Daerah sentra produksi inilah yang memasok bahan pangan bagi daerah-daerah konsumen diperkotaan dan di daerah yang defisit pangan.

Sesuai dengan pola produksi bahan pangan cukup beragam dan bervariasi sesuai dengan komoditas pangan contoh produksi gabah/beras, jagung, bawang merah, cabe merah menganut pola produksi tahunan pada saat panen raya di daerah sentra produksi cukup melimpah, sedangkan permintaan bulanan relatif stabil sepanjang tahun, sehingga harga turun pada tingkat yang tidak memberikan keuntungan bagi petani. Sebaliknya pada musim paceklik, seringkali kebutuhan pangan umumnya melebihi produksi yang tersedia, sehingga harganya meningkat. Kondisi ini menyebabkan harga pangan tersebut berfluktuasi menurut musim. Sedangkan komoditas lain seperti ternak (daging sapi, daging ayam, telur dan susu) serta ikan tidak tergantung musim, tetapi siklus produksinya masih berorientasi penyediaan menghadapi hari-hari besar karena pola produknya serempak, sehingga peningkatan suplay lebih tinggi dibanding peningkatan permintaan. Hal ini berakibat harga bahan pangan asal ternak kadang-kadang jatuh.

Dilema yang belum teratasi dalam berproduksi bahan pangan adalah ketergantungannya pada alam (musim) dan antisipasi pemasaran. Dengan ketergantungan yang tinggi pada ketersediaan air hujan dan pemasaran menghadapi hari-hari besar, maka sebagian besar sentra produksi pangan mengikuti pola tanam serempak yang berarti juga mengalami pola panen serempak. Jika panen serempak berlangsung di wilayah yang luas, maka disebut dengan musim panen raya. Pada saat panen raya, volume hasil panen yang dijual di tingkat petani jauh melebihi permintaan, akibatnya para petani menghadapi harga jual yang rendah. Pada usaha tani padi, harga gabah ditingkat petani umumnya berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan harga panen asal ternak/ikan ditingkat petani kadang-kadang dibawah harga biaya produksi.

 

Sebaliknya, pada musim paceklik ketersediaan pangan di tingkat produsen (petani) sangat rendah sehingga tingkat harga cukup tinggi. Dampak ketajaman fluktuasi tersebut sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, yang pada gilirannya juga berdampak pada tingginya resiko ketahanan pangan di tingkat rumah tangga petani.

Lemahnya daya ”tawar” petani sangat dipengaruhi oleh tersedianya modal usaha, tingkat penerapan teknologi pasca panen, ketersediaan sarana dan prasarana pasca panen, serta kondisi prasrana angkutan. Oleh sebab itu, karena alasan ”cash flow”, petani pada umumnya segera menjual hasil produksinya setelah panen, tanpa melalui proses pengolahan dan penyimpanan terlebih dahulu.

Salah satu upaya untuk mengurangi fluktuasi harga dan over suplay hasil pertanian pada saat panen raya adalah dengan mengembangkan model sistem ”tunda jual” yang sesuai dengan kondisi lokal spesifik. Pengembangan model sistem tunda jual di daerah sentra produksi pangan bertujuan untuk memperkuat pemodalan kelompok tani yang selama ini masih menjadi kendala besar di Provinsi Lampung diharapkan melalui kegiatan ini maka posisi tawar dan nilai jual produk petani akan meningkat. Dengan demikian, sasaran untuk meningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan daerah/rumah tangga dapat terealisasi. Pelaksanaan kegiatan sistem tunda jual ini akan mengutamakan pada pendekatan petani melalui kelompok tani dengan pola pemberdayaan SDM, kemampuan managemen dan permodalan. Diharapkan aparat terkait dilapangan dapat menjadi fasilitator dan motifator, serta menjadi pendamping dalam proses pengembangan sistem tunda jual di wilayah sentra produksi pangan.

 

Tujuan

Tujuan dari kegiatan Pengembangan Sistem Tunda Jual adalah :

 

1.    Memperkuat permodalan kelompok tani agar petani dapat melakukan tunda jual secara optimal.

2.    Menunda penjualan sebagian hasil panen pada saat harga rendah, dan menjualnya pada saat harga membaik.

3.    Meningkatkan kemampuan manajemen pamasaran kelompok tani, agar posisi tawar dan nilai jual produk petani mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

4.    Meningkatan pendapatan petani/kelompok tani melalui penguatan modal usaha dan menumbuhkembangkan jiwa wira usaha dibidang pertanian.

 

 

Daftar Kelompok Tani Pelaksana Kegiatan Pengembangan Sistem Tunda Jual Tahun 2014.

No.

KABUPATEN

NAMA KELOMPOK TANI

KETUA

ALAMAT

1

Lampung Tengah

Sido Mulyo III 

Poniman

Desa Sri Mulyo / Anak Ratu Aji

2

Lampung Tengah

Jaya Makmur

Khusnudin

Purwodadi / Trimurjo

3

Lampung Timur

Perintis II

Kasmiyanto

Desa Sumberrejo / Way Jepara

4

Pringsewu

Sido Makmur

Ahmad Sobirin

Mulyorejo/ Banyumas

5

Tanggamus

Tunas Muda

Shahril Hafidzun

Way Pring, Pugung

6

Tanggamus

Sido Makmur IV

Mariman

Sidodadi, Semaka

7

Lampung Selatan

Matras

Agus Hasyim Junaidi

Sukatani/ Kalianda

8

Lampung Selatan

Sido Maju

Mariyanto

Kali Sari/ Natar

 

Daftar Kelompok Tani Pelaksana Kegiatan Pengembangan Sistem Tunda Jual Tahun 2013.

No.

KABUPATEN

NAMA KELOMPOK TANI

KETUA

ALAMAT

1

Lampung Tengah

Tunas Jaya I

Achmad

Sri Katon/ Seputih Surabaya

2

Lampung Tengah

Suka Maju

Ngaimanal

Sendang Rejo/ Sendang Agung

3

Lampung Timur

Tani Makmur II

Latikun

Raman Fajar/ Raman Utara

4

Lampung Timur

Rukun Tani III

Suwandi

Trisnomulyo/ Batanghari Nuban

5

Pringsewu

Sri Makmur 6

Misino

Margodadi/ Ambarawa

6

Pringsewu

Sumber Tani I

Subakir Aziz

Sumber Agung/ Ambarawa

7

Tanggamus

Sri Mulyo I

Supratman

Sripurnomo/ Semaka

8

Tanggamus

Sri Rejeki III

Subandi

Sidomoro Induk/ Semaka

9

Lampung Selatan

Unggul Tani

Suharjono

Pancasila/ Natar

10

Kota Bandar Lampung

Rukun Santoso

Kadimun

Way Kandis/ Tanjung Seneng

 


Daftar Kelompok Tani Pelaksana Kegiatan Pengembangan Sistem Tunda Jual Tahun 2011.

No.

KABUPATEN

NAMA KELOMPOK TANI

KETUA

ALAMAT

1

Lampung Selatan

Mekar Sari  I

Dasimin

Mandalasari / Sragi

2

Lampung Selatan

Sumber Sri Rejeki

Simun

Batuliman Indah / Candipuro

3

Lampung Selatan

Bangun Karya

Ramlan

Legundi / Ketapang

4

Lampung Selatan

Tunas Muda

Khotib

Balinuraga / Way Panji

5

Lampung Selatan

Maju Bersama

Siswo Utama

Rulung Helok / Natar

6

Lampung Selatan

Usaha Tani

Suyitno

Marga Kaya /Jati Agung

7

Lampung Timur

Sri Rejeki

Puji Astuti

Taman Asri/Purbolinggo

8

Lampung Timur

Harapan Maju

Ranu Bibit

Labuhan Ratu I/Way Jepara

9

Lampung Tengah

Sumber Guna II

Sarimin

Endang Rejo/Seputih Agung

10

Lampung Tengah

Harapan Makmur II

Dalijo

Harapan Rejo/Seputih Agung

11

Pringsewu

Cahaya Pelita VIII

Darwanto

Ambarawa Barat/Ambarawa

12

Pringsewu

Kresno Mulyo

Abas

Kresno Mulyo/Ambarawa

 

Daftar Kelompok Tani Pelaksana Kegiatan Pengembangan Sistem Tunda Jual Tahun 2010.

No.

KABUPATEN

NAMA KELOMPOK TANI

KETUA

ALAMAT

1

Tanggamus

Langgeng Sejahtera

Mukhlis

Banjar Manis Blok IV / Gisting

2

Tanggamus

Cinta Karya 3

Sumardi

Sukaraja / Semaka

3

Tanggamus

Loh Jinawi  I

Sigit Handoko

Srikaton / Semaka

4

Tanggamus

Mekar Jaya

Sajiman

Kali Bening / Talang Padang

5

Tanggamus

Tani Mukti  III

Nasrudin

Negeri Agung / Talang Padang

6

Tanggamus

Pelita

Ahmad Nizar

Argopeni / Sumberrejo

7

Mesuji

Matahari I

Sumiran

Sidang Sidorahayu / Rawajitu Utara

8

Mesuji

Anggrek III

Marzuki

Sidang Sidorahayu / Rawajitu Utara

 

Download

 

Search

LINK

 

LINK Kabupaten/Kota

Visitors Counter

160403
TodayToday60
YesterdayYesterday117
This_WeekThis_Week275
This_MonthThis_Month3192
All_DaysAll_Days160403
Copyright © 2017 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung. All rights reserved.