BOYOLALI, RADIO SUARA WAJAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 tahun 2016. Acara digelar di alun-alun Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 29 Oktober 2016.


Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi pada kesempatan itu juga membuka acara puncak peringatan HPS ke-36 dengan membunyikan klotongan yang turut diikuti 5.000-an peserta tamu undangan. Tamu undangan itu terdiri dari petani, penyuluh, peternak, dan perwakilan dari 34 daerah Provinsi di Indonesia.

Presiden Jokowi setibanya di lokasi Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Boyolali langsung meninjau pameran gelar teknologi yang memamerkan sejumlah produk tanaman unggulan seperti sayuran, buah, dan tanaman pangan lain, serta peternakan sapi pejantan dari berbagai daerah sentra.

Usai meninjau pameran gelar tehnologi, Presiden kemudian menuju puncak peringatan HPS ke-36 pada tahun ini, yang mengangkat tema “Membangun Kedaulatan Pangan di Era Perubahan Iklim.

Presiden pada kesempatan itu mengatakan setelah melihat hasil panen tanaman serentak dan gelar tehnologi yang dipamerkan pada peringatan HPS tersebut Indonesia dipastikan tidak ada impor beras hingga akhir tahun ini.

“Saya optimistis kalau semuanya bekerja keras, makan beras hingga akhir Desember mendatang tidak ada impor,” kata Jokowi dalam sambutannya yang diikuti riah tepuk tangan.

Selain itu, Jokowi membeberkan komoditas jagung impor sudah menurun hingga sekitar 60 persen. Karena, para petani sebelumnya mengeluh akibat harga jagung hanya Rp1.500/kg, tetapi setelah keluar Peraturan Presiden (Perpres), tentukan harganya Rp2.700/kg.

Namun, kata Jokowi harga jagung di lapangan sekarang sudah mencapai Rp3.100/kg atau meloncat tinggi dibanding sebelumnya. Artinya, petani sekarang dapat memiliki keuntungan besar dengan Perpres itu.

Selain itu, petani dengan harga tinggi mereka dapat bergairah kembali untuk menanam tanaman jagung. Hal ini, kuncinya harga akhir. Percuma petani disubsidi pupuk dan benih, tetapi harga jatuh tidak ada artinya.

“Hal ini, ke depan strategi yang harus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan petani,” kata Jokowi.

Presiden dalam kesempatam tersebut juga melakukan dialog dengan para petani. Yang menarik Jokowi sempat meminta petani asal Lampung Supono Danu untuk menceritakan pengalamannya soal pertanian di daerahnya

Sebagai informasi, puncak HPS ini juga dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Boyolali Seno Samodro selaku tuan rumah, dan sejumlah kepala daerah lainnya seluruh Indonesia.***

sumber: suara wajar

Search

Visitors Counter

80589
TodayToday21
YesterdayYesterday165
This_WeekThis_Week291
This_MonthThis_Month2687
All_DaysAll_Days80589
Copyright © 2014 BKPD Provinsi Lampung. All rights reserved.